Welcome

Have Fun..!

SOFTWARE

Di blog ini Anda bisa Download berbagai macam Software secara gratis and Have fun.

Music

Di blog ini anda akan mendapatkan berbagai macam music terkeren,lagu-lagu terbaru-terpopuler,juga info-info seputar music yang terupdate dan teknik marching band pun di bahas di blog ini

Motor Sport

Di blog ini Anda bisa melihat berbagai macam motor sport (moge) beserta spesifikasi dan lain-lain nya.

Games

Di blog ini anda akan mendapatkan berbagai macam games-games free/pro yang seru yang bisa anda download dan juga walktrought nya

Dan berbagai macam lainnya yang menarik untuk di kunjungi

Di blog ini anda akan mendapatkan berbagai macam hal-hal menarik seperti di antaranya mengenai National geographi, film, komedi, berita terupdate,tips,trik,hack,kesehatan bahkan Source Code Java

Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Paramore Terlahir Kembali

Paramore Terlahir Kembali


Sungguh sulit membayangkan bagaimana rasanya jadi Paramore saat itu. Ditinggal 2 pendiri band bukanlah hal sepele. Ketika Farro Bersaudara memutuskan untuk keluar dari Paramore, banyak yang berpikir, termasuk Hayley Williams sekalipun, bahwa band ini akan bubar. Tapi, bersama Taylor York dan Jeremy Davis, mereka bertiga bangkit kembali dan membuktikan bahwa band ini masih bisa berjalan, bahkan menyempatkan diri untuk mengejek Farro Bersaudara dengan melabeli album terbaru mereka 'Paramore'.

Biasanya, album self-title dipakai untuk album perdana, awal sebuah perjalanan band yang baru benar-benar dimulai. Tapi, 'Paramore' adalah album keempat, album yang seharusnya dipakai sebagai titik evolusi untuk mengatasi kejenuhan musikalitas. Namun, judul album ini memang bisa disetujui. Mendengar 'Paramore' seperti mendengar band baru, materi baru, nuansa baru. Mereka telah terlahir kembali. Bukan lagi Paramore yang telah merilis 'All We Know is Falling' (2005), 'Riot!' (2007), atau 'Brand New Eyes' (2009). Paramore yang sekarang adalah 
"Hayleymore"!

Banyak cerita ketika Farro bersaudara memutuskan untuk meninggalkan Paramore, 
salah satunya bahwa Hayley Williams dianggap memborong porsi ketenaran personel 
lainnya. Hayley Williams memang sebuah ikon sejati; tanpanya mungkin band ini 
hanya akan menjadi band pop-punk lainnya. Album 'Paramore' ini seakan-akan 
telah mempertegas hal itu kembali, dengan keluarnya Farro bersaudara, band ini 
seperti menjadi proyek imut milik Hayley.

Pada Januari 2013, 'Now' dipilih sebagai single perdana album ini dengan sound 
gitar berat ala 'All We Know is Falling'. Single ini tidak benar-benar mewakii 
keseluruhan album, bahkan menurut saya, single kedua 'Still Into You' 
merepresentasikan dengan lebih baik. 'Still Into You' menampilkan sisi yang 
lebih jenaka dan ceria dari Paramore (atau Hayley Williams).

Paramore memang bisa lebih megah dalam track powerpop 'Daydreaming', tapi 
pernahkah membayangkan Paramore dengan ukulele? Anda akan 
menemukannya dalam interlude berjudul 'Moving On', 'Holiday' dan 'I'm not Angry 
Anymore'. Hayley juga seperti membuktikan kecintaannya pada No Doubt dalam 
track 'Fast In The Car' dan 'Grow Up'. Serta mendengar track 'Hate To See Your 
Heart Break', seperti mendengar Lenka ketimbang Paramore. Namun, jika Anda 
penggemar lawas dan mencari Paramore yang dulu mungkin Anda akan sedikit 
menemukannya dalam track 'Part II', 'Angklebiters' dan 'Be Alone'.

Sebanyak 17 track dalam album ini benar-benar menampilkan sesuatu yang baru.
 'Paramore' jauh lebih lambat, lebih banyak ekspresi dan tentu saja lebih 'Hayley'. 
Album ini akan memberikan kejutan-kejutan yang tidak Anda kira sebelumnya. 
Well, Paramore akan mendapat banyak penggemar baru, walaupun di lain sisi, 
mungkin mereka juga akan kehilangan banyak penggemar sejatinya. 
Pertanyaannya, Anda termasuk yang mana? 

cara yang paling terkenal memagang stick

cara yang paling terkenal memagang stick dalam Marching band



Semoga bermanfaat untuk battery :

Ada dua cara yang paling terkenal memagang stick yaitu:
Matched grip dan
Traditional grip
Banyak yang memperdebatkan kedua cara ini. Masing-masing menyebut cara yang satu lebih baik dari cara yang lain. Perdebatan itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan belum juga berakhir hingga kini. Namun, saya akan memberikan pendapat pribadi mengenai hal ini setelah membahas kedua cara ini.

Matched Grip
Matched grip sangat efektif sebab kita memegang stick dengan cara yang paling nyaman dan natural.

Yang paling penting dalam matched grip adalah “fulcrum” atau “pivot point”. Kita harus memegang stick pada fulcrum.

Apa itu fulcrum?
Fulcrum adalah suatu titik yang kira-kira berjarak 1/3 bagian dari pangkal stick. Di titik itulah paling nyaman kita memegang stick. Dari titik itu, kita dapat memukulkan stick pada drum dengan hanya memberikan gerakan jari-jari kita.

Perhatikan gambar disamping. Beginilah seharusnya cara kita memegang stick. Pertama-tama stick kita jepit dengan telunjk dan ibu jari kemudian genggamlah stick sehingga seperti pada gambar berikut:

Selalu ingatlah bahwa memegang stickharus pada fulcrum agar keseimbangan stick dapat terjaga dengan baik. Dengan demikian kita dapat dengan nyaman memukulkan stick pada drum dan mengontrol stick kita. Untuk cara Matched grip, cara memegang stick pada tangan kanan sama dengan tangan kiri.

Memegang stick dengan cara Matched Grip adalah cara yang paling nyaman dan memudahkan kita untuk bermain snare. Grip yang sama juga digunakan oleh pada drummer pada band. Pada jaman dahulu, snare pada marching band dibawa dengan menggantungkan snare di sisi kiri badan sehingga permukaan snare tidak rata. Hal ini membuat matched grip kurang nyaman digunakan sebab kita harus mengangkat sikut kiri kita tinggi-tinggi. Tetapi sekarang sudah banyak snare drum yang digantungkan pada pundak sehingga permukaan snare rata dan menggunakan matched grip cukup memudahkan.

Traditional Grip
Cara memegang stick dengan traditional grip berbeda antara tangan kanan dan tangan kiri.Cara memegang stick pada tangan kanan tepat sama dengan Matched Grip, bedanya terletak pada cara memegang stick dengan tangabn kiri.
Bagaimana cara memegang stick pada tangan kiri?
Pertama-tama letakkan fulcrum tepat pada “V” antara telunjuk dan ibu jari anda.
Kemudian lingkarkan jari telunjuk dan ibu jari anda sehingga bersilangan di atas stick.
Lewatkan stick diantara jari tengah dan jari manis (Lihat gambar).

Ingatlah selalu untuk merapatkan jari anda sehingga grip anda cukup kuat untuk membuat stick tidak terpantul dalam arah yang tidak kita kehendaki dan sulit dikontrol.

Traditional grip dahulu adalah grip standard yang digunakan oleh marching band seperti yang telah saya jelaskan diatas. Walaupun sekarang ada yang sudah mulai meninggalkannya, tetapi masih banyak group marching band bahkan mereka yang professional masih menggunakan metode ini. Saya kira alasan utamanya adalah karena cara ini merupakan cara yang indah dalam memegang stick. Banyak variasi-variasi atraksi seperti back sticking yang memukau dapat dihasilkan dari grip ini. Kalau anda pernah menonton pertandingan DCI (Drum corps International) anda dapat menemukan ternyata masih banyak yang menggunakan cara ini.
Beberapa kesalahan umum:
Ibu jari diatas stick
Jika anda meletakkan ibu jari diatas stick, mungkin anda berharap dapat mengontrol stick dengan lebih baik karena anda dapat menyentuh stick pada area yang lebih besar. Tetapi cara ini kurang baik. Mengapa?

Dengan memegang stick seperti cara diatas, anda akan cenderung menggerakkan tangan secara menyamping (lihat gambar disamping kiri). Menggerakkan tangan dengan cara seperti ini akan menghasilkan besarnya sudut yang dapat anda jangkau sangat kecil sehingga membuat pukulan anda kurang keras. Cobalah bandingkan dengan apabila anda menggerakkan tangan dengan tangan tertelungkup. Hasil yang didapatkan cukup berbeda. Dan tangan anda tidak akan sakit.

Selain itu, jika anda memegang stick seperti cara diatas, anda tidak memberikan keleluasaan kepada fulcrum untuk memerankan perannya sebagai titik pivot atau titik putaran stick. Hal ini mungkin tampak sepele pada single stroke (pukulan satu kali) tetapi sangat signifikan untuk pukulan-pukulan yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Telunjuk diatas stick
Banyak pemula yang menggunakan cara ini. Alasan utamanya adalah agar stick tidak terlucur saat kita memegangnya pada fulcrum. Namun menghindari membiasakan diri memegang stick pada fulcrum sama saja dengan menciptakan masalah baru. Dengan memegang stick dengan cara ini anda tidak mungkin akan melakukan pukulan yang cepat dan bulat. Untuk selanjutnya perhatikan teknik fingering.

Kesalahan di tangan kiri
Di tangan kiri, mungkin anda hanya menjepit stick antara ibu jari dan telunjuk, membengkokkan jari jari anda dan meletakkan stick di atas jari tengah. Cara ini relative lebih mudah dari yang seharusnya pada traditional grip. Dengan cara ini stick lebih mudah memantul. Dan kita agak kurang canggung memegang stick daripada cara traditional. Akan tetapi perhatikan bahwa seringkali kita tidak cukup kuat menjepit stick dan pada kecepatan yang tinggi stick akan tidak terkontrol dan cenderung terpantul kesana-kemari.

Pivot Point
Memukulkan stick pada snare drum pada prinsipnya adalah menjatuhkan stick pada head snare. Stick akan menempuh lintasan berupa seperempat lingkaran dengan titik putar pada suatu titik tertentu yaitu pada fulcrum, pada pergelangan tangan dan pada siku.

Titik putar pada fulcrum
Dengan menggunakan cara ini, yang paling berperan besar adalah jari sehingga teknik ini sering disebut fingering. Teknik ini memberdayakan sedikit sekali otot sehingga tidak terlalu memerlukan energi yang banyak dan cocok sekali untuk digunakan pada gerakan-gerakan yang cepat seperti roll atau pukulan berturut-turut pada tangan yang sama. Teknik ini seringkali digabungkan dengan teknik lain seperti pukulan dengan pergelangan tangan.

Titik putar pada pergelangan tangan
Cara kedua ini paling banyak digunakan. Otot-otot yang diberdayakan adalah otot-otot disekitar pergelangan tangan. Akibatnya, bunyi yang dihasilkan lebih kuat dan masih cukup efektif untuk menghasilkan bunyi yang cepat. Cara ini dapat dikombinasikan dengan teknik fingering sehingga menghasilkan bunyi yang bulat, keras dan cepat.

Titik putar pada siku
Dengan cara ini kita memukulkan stick dengan titik putar pada siku kita (lihat gambar). Usahakan untuk tidak menggabungkan gerakan ini dengan gerakan yang lain sebab bisa menghasilkan rasa sakit apabila diulang berkali-kali. Memukul dengan cara seperti ini sangat jarang dilakukan dan biasanya hanya dilakukan untuk memberikan suara yang keras seperti membunyikan accent.

Dari ketiga teknik diatas, mana yang paling sering digunakan? Jawabannya tergantung situasi. Terkadang kita melakukan semuanya sekaligus, kadang kadang hanya satu teknik saja. Yang perlu diingat sebaiknya saat kita berlatih, kita memisahkan ketiga cara diatas agar bunyi yang kita hasilkan dapat menjadi bulat dan jernih.

Tips Menentukan Jumlah Komposisi Pemain Perkusi Marching Band


Tips Menentukan Jumlah Komposisi Pemain Perkusi

Penentuan jumlah komposisi pemain perkusi ada dua pertimbangan:
Pertama, penentuan jumlah Komposisi Pemain Perkusi Seksional
Komposisi Seksional yang terdiri dari snare drum, multi tom, bass drum dan cymbal disarankan memiliki jumlah yang tepat agar menghasilkan sound production yang balance.
Sebagai contoh: Jika kita memiliki 4 pemain snare drum, untuk menghasilkan suara yang berimbang, menurut perkiraan saya, kita bisa pakai 4-5 pemain bass drum berbagai ukuran. Untuk multi tom, kita bisa memakai 1-2 quarto/quint. Dan untuk cymbal, kita bisa memakai 2-4 pemain cymbal.
Kedua, penentuan jumlah Komposisi Pemain Perkusi Divisional
Yang saya maksud dengan Komposisi Divisional adalah, perbandingan antara jumlah pemain alat musik perkusi dengan jumlah pemain alat musik tiup. Oleh karena peran dasar sebuah perkusi adalah pendukung pemain utama (alat tiup), maka jumlah pemain perkusi disarankan tidak melebihi 30% dari total jumlah pemain alat tiup. Jika melebihi, ada kemungkinan suara alat tiup akan tertutup oleh suara perkusi. Tentu hal ini tidak kita harapkan dalam sebuah pagelaran.
Sebagai contoh: jika kita memiliki pemain alat tiup sekitar 40 pemain, maka perkiraan jumlah pemain perkusi adalah sekitar 15 orang.
Selain penentuan jumlah kedua komposisi diatas, untuk mendapatkan sound production yang berkualitas, tentu harus didukung dengan dinamika sebuah musik, yaitu kapan masing-masing alat bermain keras dan lembut. Selain itu, kualitas alat juga menjadi pertimbangan. Dengan alat yang berkualitas dan didukung tuning alat perkusi yang bagus, kita perpeluang besar dalam membuat suatu pagelaran yang maksimal,
Sekian tips menentukan jumlah komposisi pemain musik perkusi. Berapa jumlah komposisi pemain perkusi Anda? Mari kita diskusikan bersama….

Avenged Sevenfol Telah bubar?


"Avenged Sevenfold Telah Mati? Benarkah?"



Avenged Sevenfold (juga dikenal sebagai A7X), 
adalah band beraliran metal core yang berasal 
dariHuntington Beach, California.
Mereka berasal dari tempat yang sama dimana 
kesemuanya kecuali Synyster Gates berasal 
dari sekolah yang sama, yaitu Huntington 
Beach High School. Mereka terbentuk 
di awal tahun 1999 dimana personil awalnya
 hanya beranggotakan empat orang saja
 yaitu M.Shadows, Zacky Vengeance, The Rev
 dan Justin Sane (Bass).
Nama Avenged Sevenfold diambil dari salah 
satu kisah di dalam bibel. Walaupun mengambil
 nama dari bibel, M.Shadows mengakui bahwa
 bandnya tidak terlalu religius ataupun bertujuan untuk menyebarkan suatu kepercayaan religi atau poltik 
kepada penggemarnya.
Dalam perjalanannya, Avenged Sevenfold sempat berganti aliran dari metal-core menjadi lebih ke 
arahalternative metal. Rumor yang beredar mengatakan hal ini dikarenakan sang vokalis, M.Shadows
 harus menjalani operasi akibat pita suaranya yang sobek akibat melakukan scream yang terlalu keras
 pada sebuah konser. Namun dalam setiap kesempatan wawancara, Avenged Sevenfold sering menyangkal
 kebenaran rumor ini. Perubahan aliran yang mereka lakukan lebih dikarenakan mereka amat menyenangi 
melakukan eksperimental dalam bermusik dan ingin melakukan evolusi dalam gaya dan aliran bermusik mereka.
Avenged Sevenfold memiliki lambang yang merekan namakan “Deathbat”. Lambang ini dirancang oleh 
teman semasa SMA mereka, Micah Montague. Lambang ini selalu muncul di setiap konser mereka dan 
hampir selalu ada di setiap album mereka.
Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet direkam ketika mereka masih berumur 18 tahun. Album 
ini dirilis dengan label Good Life Recordings, tetapi setelah gitaris Synyster Gates masuk Avenged Sevenfold, 
album ini dirilis ulang dengan label Hopeless Records. Lagu “To End The Rapture” juga direkam ulang, kali 
ini ditambahkan dengan permainan gitar Synyster Gates. Dan akhirnya dirilis pada bulan juli 2001. Walaupun 
yang bermain bass dalam rekaman pembentukan album adalah Justin Sane, namun pemain bass yang tertera
 dalam CD skin adalah Daemon Ash. Hal ini dikarenakan sesaat sebelum proses mixing album tersebut,
 Justin Sane dikeluarkan dari band dan digantikan Johnny Christ. Sampai saat ini belum diketahui penyebab
 terusirnya Justin Sane dari band tersebut.
Pada tahun 2003, mereka pun merilis full-length album kedua mereka yang bertajuk Waking The Fallen. Album
 ini terjual sebanyak 175.000 copy di Amerika Serikat dan mencapai peringkat 12 di dalam Independent Album 
Chart di Amerika Serikat.
Album ketiga mereka, City of Evil, rilis di tahun 2005. Album tersebut merupakan salah satu album tersukses
 dari Avenged Sevenfold. Bahkan album tersebat sempat menduduki posisi 30 dalam USBillboard Chart dan 
terjual sebanyak 730.000 copy di Amerika Serikat saja. Saat itu Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik 
hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada
 tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. 
Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang 
benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat 
Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.
Pada tahun 2007, mereka pun kembali menelurkan album baru yang bertajuk Avenged Sevenfold. Dalam 
debutnya di Amerika Serikat, album ini menempati posisi ke empat dalam Billboard 200. Album ini terjual 
sebanyak 94.000 copy di Amerika Serikut dalam kurun waktu satu minggu setelah perilisannya. Awal Agustus
 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu 
mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat 
dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band 
pembuka.
Tahun 2008, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My 
Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 
lagu baru mereka.
Dan di tahun 2008, mereka merilis sebuah album yang berisi rekaman live concert mereka di Long Beach, 
California yang bertajuk Live in the LBC & Diamonds in the Rough.

Anggota saat ini
M. Shadows – vokal
Synyster Gates – gitar melodi, piano, vokal
Zacky Vengeance – gitar ritmik, vokal
Johnny Christ – bass, vokal
The Rev – drum, perkusi, vokal, piano

Ciri khas
Ciri khas yang dapat andda nikmati dalam setiap musik mereka adalah nyanyian yang melodik dan screaming, 
hardcore riffs dan storming drum-beats. Dalam hal bermusik, Avenged Sevenfold banyak dipengaruhi oleh 
band-band seperti Pantera, NOFX, Misfits, Guns N’ Roses, Metallica, Dream Theater dan Iron Maiden.
Mereka cenderung memainkan nuansa agresif pada vokal, gitar, dan drum (bass tetap statis). Dengan 
sentuhan yang dinamis, mau keras atau lambat, mereka tetap menggunakan harmonisasi yang luar biasa
 dan komposisi yang teratur. Sebut saja lagu-lagu yang sedikit melow, seperti Seize The Day danDear God
gitarnya tetap di drop Dm seperti halnya metal-metal kebanyakan. Kemudian, ciri khasnya selain komposisi dan
 drop, Syn memasukkan nuansa sweep picking (arpeggio) di hampir semua lagunya. Keindahan sweep picking 
yang dipadukan dengan kromatik, slide, dan teknik-teknik lainnya bisa kita dengar di lagu The Wicked End.
 Kemudian selain itu, tidak lupa juga sentuhan akustik yang membawa suasana seperti di Hawaii, bisa kita 
dengar di lagu Sidewinder. Tapi, satu lagi ciri khas yang tidak pernah lepas dari mereka, menduetkan gitar Syn
 dan Zacky, memakai double bass dengan tempo yang beberapa kali lipat beat-nya dari biasanya.
Dan awal dari wacana tersebut berawal dari sini..


LOS ANGELES- Meningalnya drummer 
'Avenged Sevenfold', Jimmy Sullivan Desember
 lalu, membuat putus asa personel lainnya. 
Mereka pun sempat pertimbangkan untuk bubar
 beberapa hari seteleh kejadian itu.

“Kami sudah siap untuk bubar pekan pertama 
(setelah meninggalnya Sullivan). Kami tidak 
pernah membayangkan untuk nge-band lagi,” 
kata gitari Sevenfold, Synyster Gates kepada
 majalah Kerrang, dikutip okezone dari Aceshowbiz,
 Kamis (20/5/2010).

Akan tetapi, setelah beberapa waktu setelah
 kejadian itu, logika kembali berjalan. Kemudian
 mereka mulai menyadari. “Bahwa, jika itu kamu, kamu pasti akan bergidik jika orang-orang yang 
masih ada tidak melanjutkan (band),” terangnya.

Gates menambahan, keluarga Sullivan membantu mereka untuk membuat keputusan yang benar. 
“Keluarganya mengatakan, ‘kalian semua harus tetap jalan’. Kami mendapat dukungan dari
 semua pihak, itu membuat keputusan semakin mudah,” katanya.

Saat ini posisi Sullivan akan digantikan oleh Mike Portnoy. Penampilan perdananya akan dimulai
 dalam tur 'Avenged Sevenfold' tahun 2010.